Berawal dari Peta Digital, Mahasiswa KKN UM Metro Ciptakan Logo Resmi Tiyuh Wono Rejo
Tiyuh Wono Rejo, Tulang Bawang Barat — Berawal dari kebutuhan sederhana dalam pembuatan peta digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Metro berhasil menghadirkan sebuah karya yang menjadi identitas baru bagi Tiyuh Wono Rejo, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Melalui proses perancangan dan pengajuan yang melibatkan mahasiswa bersama aparatur serta masyarakat, Tiyuh Wono Rejo kini resmi memiliki logo yang dapat digunakan sebagai identitas kelembagaan.

Gagasan pembuatan logo tersebut bermula pada 13 Juli 2026, dari salah satu program kerja unggulan kelompok KKN, yaitu pembuatan peta digital Tiyuh Wono Rejo. Ketika peta tersebut nantinya akan dicetak, kelompok KKN berencana mencantumkan beberapa identitas, seperti logo Universitas Muhammadiyah Metro, logo kelompok KKN, serta logo Tiyuh Wono Rejo.
Namun, ketika mahasiswa menanyakan kepada aparatur tiyuh mengenai logo yang dapat digunakan, diketahui bahwa Tiyuh Wono Rejo ternyata belum memiliki logo resmi.
Pertanyaan sederhana tersebut kemudian mendapatkan respons spontan dari aparatur tiyuh yang akrab disapa Pak Carik. Dengan nada bercanda, muncul sebuah tawaran, “Apa mau dibuatin sekalian?” Meskipun awalnya hanya sebuah candaan, ucapan tersebut justru menjadi awal dari munculnya ide untuk membuat logo resmi Tiyuh Wono Rejo.
Melihat adanya kebutuhan tersebut, Rasuna Nabila Fatin, mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer (RPL 1) yang bertugas di divisi Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi (PDD), bersama Faiq Aji Pangestu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer (SCD 1) dari divisi Humas, kemudian berinisiatif untuk mencoba membuat rancangan logo.
Keduanya mulai menyusun konsep dengan mempertimbangkan karakteristik, potensi, serta identitas yang dimiliki Tiyuh Wono Rejo. Berbekal kemampuan dan kreativitas yang dimiliki sebagai mahasiswa Ilmu Komputer, Rasuna dan Faiq mencoba menuangkan berbagai unsur lokal ke dalam sebuah rancangan visual yang dapat menjadi identitas Tiyuh Wono Rejo.
Dalam prosesnya, pembuatan logo tidak hanya dikerjakan oleh dua mahasiswa tersebut. Nadia Rahma Hidayah selaku sekretaris, Egy Bona Pratama dari divisi perlengkapan, Fawwas Naufal Khoiri dari divisi PDD (Prodi Manajemen), Vressiliani Adela Saputri selaku bendahara (Prodi Akuntansi), Bima Ericsandy dari divisi perlengkapan (Prodi Hukum), Yulita Jaya dari divisi konsumsi (Prodi Administrasi Rumah Sakit), serta Muhammad Indra Rizki Yamin selaku ketua kelompok KKN (Prodi Teknik Sipil) turut terlibat dalam proses pembahasan, pemberian masukan, koordinasi, dan penyempurnaan gagasan hingga logo siap diperkenalkan kepada pihak tiyuh.
Setelah rancangan awal selesai dibuat, mahasiswa kemudian membawa konsep tersebut ke pihak Tiyuh Wono Rejo untuk mendapatkan tanggapan. Pada 27 Juli 2026, bertepatan dengan pertemuan rutin di balai tiyuh, rancangan logo lengkap dengan pilihan warna dipresentasikan dan didiskusikan langsung bersama aparatur.

Pertemuan tersebut menjadi tahap penting dalam proses pembuatan logo. Aparatur dan masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat rancangan yang telah dibuat sekaligus memberikan masukan mengenai unsur, bentuk, maupun tampilan logo agar benar-benar dapat merepresentasikan Tiyuh Wono Rejo.
Dari hasil pembahasan tersebut, terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki. Mahasiswa kemudian melakukan revisi berdasarkan masukan yang diberikan. Proses tersebut dilakukan hingga diperoleh rancangan yang dinilai sesuai dan dapat diterima oleh pihak tiyuh.
Setelah rancangan logo mendapatkan persetujuan dari pihak Tiyuh Wono Rejo, proses dilanjutkan melalui pengajuan ke tingkat kecamatan. Logo yang dirancang oleh mahasiswa KKN akhirnya diresmikan pada 21 Agustus 2026, bersamaan dengan peresmian peta digital Tiyuh Wono Rejo yang menjadi program kerja awal pemicu lahirnya logo ini — mendapatkan persetujuan dan resmi menjadi logo Tiyuh Wono Rejo.
Dengan adanya logo tersebut, Tiyuh Wono Rejo kini memiliki identitas visual yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan resmi. Logo tersebut dapat diterapkan pada kop surat, dokumen administrasi, surat-menyurat, serta berbagai keperluan kelembagaan dan publikasi Tiyuh Wono Rejo.

Bagi mahasiswa KKN, lahirnya logo tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Program kerja yang pada awalnya tidak direncanakan secara khusus tersebut justru berkembang menjadi sebuah karya yang memiliki manfaat jangka panjang bagi tiyuh.
Khusus bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer, kegiatan ini menjadi bentuk nyata penerapan kreativitas dan kemampuan digital dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Rasuna Nabila Fatin dan Faiq Aji Pangestu tidak hanya menerapkan keterampilan yang dimiliki dalam menghasilkan sebuah rancangan visual, tetapi juga belajar memahami kebutuhan pengguna, menerima masukan, melakukan penyempurnaan, serta berkomunikasi dengan berbagai pihak hingga sebuah karya dapat digunakan secara resmi.
Sementara itu, keterlibatan seluruh anggota kelompok menunjukkan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kerja sama lintas program studi. Nadia Rahma Hidayah, Egy Bona Pratama, Fawwas Naufal Khoiri, Vressiliani Adela Saputri, Bima Ericsandy, Yulita Jaya, dan Muhammad Indra Rizky Yamin turut mendukung proses melalui koordinasi, diskusi, pemberian masukan, serta pelaksanaan kegiatan hingga tahap akhir.
Kisah pembuatan logo Tiyuh Wono Rejo menjadi bukti bahwa program KKN dapat melahirkan inovasi yang tidak selalu berawal dari perencanaan besar. Sebuah kebutuhan sederhana yang ditemukan di lapangan dapat menjadi peluang bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata.
Dari sebuah peta digital, muncul sebuah gagasan. Dari sebuah candaan, lahir sebuah karya. Dan dari kolaborasi mahasiswa bersama masyarakat, Tiyuh Wono Rejo kini memiliki identitas resmi yang dapat digunakan dan diwariskan sebagai bagian dari jati diri tiyuh.