FGD Peninjauan Kurikulum 2025: Prodi Ilmu Komputer UM Metro Mantapkan Arah Pendidikan Digital Berbasis Kompetensi
Metro, 24 Oktober 2025 — Program Studi S1 Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Metro menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan Kurikulum 2025 di Aula KH. Mas Mansoor Kampus III. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi prodi dalam menegaskan komitmen menuju pembelajaran yang responsif terhadap transformasi digital dan kebutuhan industri modern.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan, serta laporan Ketua Pelaksana, Arif Hidayat, S.T., M.Kom. Ia menekankan bahwa peninjauan kurikulum dilakukan secara reflektif dan kolaboratif untuk menghasilkan rancangan yang selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan karakter lulusan yang diharapkan.
“Kami ingin memastikan Kurikulum 2025 tidak hanya sesuai dengan SN-Dikti, tetapi juga melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter islami, dan siap menghadapi tantangan industri digital,” jelas Arif.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Sudarmaji, S.Kom., M.Kom., serta Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Metro turut menegaskan bahwa kurikulum harus menjadi dokumen dinamis yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Fakultas Ilmu Komputer memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan era Society 5.0,” ujar Wakil Rektor I.
Sesi inti FGD menghadirkan para pakar dan mitra strategis, di antaranya Dinas Kominfo Kota Metro, APTIKOM Lampung (Ferly Ardy, S.Kom., M.T.I.), LAMINFOKOM (Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom.), PT Qiscus Techno Indonesia (Rijalul Fikri, S.Kom.), dan LPMUM Metro (Drs. H. Purwiro Harjati, M.Pd.). Diskusi berfokus pada penyelarasan Kurikulum Ilmu Komputer 2025 dengan kebijakan nasional, regulasi TIK, serta capaian pembelajaran lulusan (CPL) berbasis SN-Dikti, KKNI, dan OBE (Outcome Based Education).
Dr. Muhammad Said Hasibuan menyoroti pentingnya integrasi antara standar akreditasi dan kebutuhan kompetensi lulusan.
“Kurikulum harus mampu menghasilkan profil lulusan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri,” tegasnya.
Sementara itu, Ferly Ardy menekankan pentingnya hubungan erat antara akademik dan dunia industri.
“Kita harus memastikan kurikulum menjadi penghubung yang efektif antara teori dan praktik kerja nyata,” ujarnya.
FGD juga membuka ruang bagi masukan dari Dinas Kominfo, pelaku industri software engineering, Lembaga Penjaminan Mutu, serta alumni dan pengguna lulusan. Seluruh pandangan tersebut menjadi bahan berharga dalam penyempurnaan Kurikulum 2025 Program Studi S1 Ilmu Komputer.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama yang dipandu oleh Mustika, M.Kom. Hasil diskusi ini diharapkan memperkuat arah kurikulum Ilmu Komputer UM Metro agar menghasilkan lulusan berdaya saing global, profesional di bidang teknologi informasi, dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Muhammadiyah.