• AddressJl. Gatot Subroto No.100, Yosodadi
  • Email
  • Contact(0725) 42445-42

Mahasiswa UM Metro Berkolaborasi dengan Mahasiswa PTMA Se-Indonesia, Ciptakan Aromatherapy Roll-On "PharmaFresh" dari Minyak Sereh dan Lavender

Mahasiswa Kelompok 30 KKN MAs bersama Ibu PKK, Nasyiatul Aisyiyah, dan Aisyiyah Desa Pujon Kidul dalam pelatihan pembuatan aromatherapy roll-on PharmaFresh di Masjid An-Nur.

Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) bernama Isnania Dewi Anggraini berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Ia berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia dalam program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Nasional (KKN MAs) 2026 yang tergabung dalam Kelompok 30, untuk menciptakan sebuah inovasi produk kesehatan bernama PharmaFresh, aromatherapy roll-on berbahan dasar minyak atsiri sereh yang dipadukan dengan aroma lavender.

Inovasi ini lahir dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Pujon Kidul dalam rangkaian program KKN MAs, dan menjadi salah satu program unggulan kelompok tersebut selama masa pengabdian berlangsung. Produk yang dikemas dalam botol roll-on berukuran 10 ml ini memanfaatkan kekayaan minyak sereh sebagai bahan utama, yang dikenal luas memiliki khasiat menenangkan, menghangatkan tubuh, serta membantu mengurangi stres yang berlebih. Aroma lavender ditambahkan sebagai pewangi alami sekaligus untuk memperkuat efek relaksasi pada penggunanya.

Pelatihan Bersama Ibu-Ibu Penggerak Desa

Sebagai bentuk hilirisasi produk sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat, Kelompok 30 KKN MAs menggelar pelatihan pembuatan PharmaFresh yang berlangsung di Masjid An-Nur, Desa Pujon Kidul. Kegiatan ini melibatkan Ibu-ibu Penggerak PKK Desa Pujon Kidul, pengurus Nasyiatul Aisyiyah, serta anggota Aisyiyah setempat sebagai peserta utama.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memaparkan proses produksi aromaterapi mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pencampuran minyak sereh dan lavender dengan takaran yang tepat, hingga cara pengemasan produk agar layak jual. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama karena bahan baku sereh mudah didapatkan di lingkungan sekitar sehingga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan yang menambah nilai ekonomi warga.

“Kegiatan ini bukan hanya soal berbagi ilmu, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar mereka,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa Kelompok 30 dalam sesi pelatihan.

Beragam Manfaat Aromatherapy Sereh dan Lavender

Perpaduan minyak sereh dan lavender dalam PharmaFresh dipilih bukan tanpa alasan. Kedua bahan alami ini telah lama dikenal dalam dunia aromaterapi karena memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan tubuh dan pikiran, di antaranya:

  • Meredakan stres dan kecemasan: Aroma lavender dikenal memiliki efek menenangkan sistem saraf sehingga membantu menurunkan tingkat stres.
  • Membantu mengatasi sakit kepala dan pegal ringan: Sensasi hangat dari minyak sereh dapat memberikan rasa nyaman saat dioleskan pada pelipis atau area otot yang tegang.
  • Mengusir nyamuk dan serangga secara alami: Aroma khas sereh tidak disukai nyamuk sehingga produk ini juga berfungsi sebagai pelindung alami dari gigitan serangga.
  • Meningkatkan kualitas tidur: Aroma lavender yang lembut dipercaya dapat membantu tubuh lebih rileks sebelum beristirahat.
  • Menyegarkan suasana hati: Kombinasi aroma dari kedua bahan ini dapat digunakan kapan saja untuk mengembalikan semangat dan fokus.
  • Praktis dan mudah digunakan: Dikemas dalam bentuk roll-on 10 ml yang ringkas, mudah dibawa bepergian, dan dapat langsung diaplikasikan pada kulit.

Dipamerkan dalam Expo Penutupan KKN MAs

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, produk PharmaFresh turut dipamerkan dalam Expo Penutupan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Nasional (KKN MAs) 2026. Dalam expo tersebut, PharmaFresh menjadi salah satu produk unggulan yang menarik perhatian pengunjung, mulai dari sesama peserta KKN dari berbagai PTMA, dosen pembimbing lapangan, hingga tamu undangan yang hadir dalam acara penutupan.

Kehadiran PharmaFresh di ajang expo ini sekaligus menjadi ajang unjuk karya serta promosi produk hasil pemberdayaan masyarakat Desa Pujon Kidul kepada khalayak yang lebih luas. Momen ini membuktikan bahwa hasil program KKN MAs tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga berhasil diperkenalkan sebagai produk jadi yang siap dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat maupun mahasiswa yang terlibat.

Diharapkan Berlanjut Jadi Produk UMKM Desa

Melalui kolaborasi lintas kampus PTMA ini, mahasiswa berharap inovasi PharmaFresh tidak berhenti sebagai program KKN semata, melainkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Pujon Kidul menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan. Dengan pendampingan dari Ibu PKK, Nasyiatul Aisyiyah, dan Aisyiyah setempat, produk ini diproyeksikan mampu menjadi salah satu identitas ekonomi kreatif desa berbasis kearifan lokal.

Kegiatan pelatihan dan peluncuran produk PharmaFresh ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat serta berdaya guna, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.